Jumat, 20 Mei 2011

Inilah Dunia (1)

Inilah dunia.., padahal dunia bukanlah masa yang kekal, tapi justru kita yang merasa itu kekal. Aku terkesan melihat ulama-ulama terdahulu. Mereka benar-benar telah menganggap semua yang ada di dunia ini hanyalah sendau-gurau atau hanya permainan belaka.., yang banyak tipuan dan pembohongan.


Al-Hadid 20.  Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Mereka sederhana dalam hidup mereka. Tidak suka bermegah-megahan. Bagi mereka kebahagiaan berada di dalam hati, bukan di harta duniawi. Coba bandingkan dengan kebanyakan orang yang mempunyai tahta, jabatan, harta yang banyak. Bagi mereka kebahagiaan terletak di dalam semua itu, tapi kenyataannya..?. Mereka malah termakan oleh angan-angan dan tetap terlelap dalam kesengsaraan.

Rasulullah pun hidup dalam kesederhanaan. Beliau lebih menginginkan para sahabatnya senang dibanding dirinya sendiri. Beliau pernah mengganjal perutnya dengan batu karena kelaparan, beliau selalu menyedekahkan hartanya kepada yang lebih membutuhkan. Sama halnya dengan sahabat-sahabat beliau. Kedermawaan Rasulullah diturunkan pada sahabat-sahabatnya. Sehingga Rasulullah dan para sahabatnya serta para ulama-ulama pantas untuk kita teladani.
 
Kesedihan maupun kesenangan adalah hal yang biasa dalam hidup. Tapi larut dalam kesedihan atau kesenangan adalah hal yang kurang masuk akal. Ditambah lupa kepada-Nya, kepada Allah swt. Kesedihan adalah cobaan secara langsung dan kesenangan adalah cobaan secara tidak langsung.

 15.  Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku".

16.Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].

[1575]  Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
( Al-Fajr : 15-16 )

Ingat yang memberi cobaan atau ujian, memohon dan kenalilah, Ingat dengan yang memberi kesenangan, bersyukur dan memujilah. Ya.. Dialah Allah swt. 

0 comments:

Poskan Komentar

Updates Via E-Mail

Terimakasih telah mengunjungi blog ini. Semoga semua ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Bermanfaat untuk Dunia dan Akhirat..

Jika ada saran dan masukannya atau ada yang ingin pembaca koreksi harap di kirim melalui page facebook kami

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian kami di blog ini..

terimakasih